Wednesday, July 12, 2006

Gie, cendikiawan muda yang mati muda. Baru aja bukunya abis..bis..bis.. gua lahap dengan rasa kantuk dan bosan. Sumpah bahasan terlalu tinggi buat gua, unutngnya cara Gie nulis ga berat berat banget cuma bahasanya aja yang berat. Tapi kesiimpulan dari sekian ratus halaman yang gua baca adalah: Gie, seorang pemuda dengan tingkat idealisme yang sangat amat tinggi. Tapi sayang dia mati muda. Dan apa yang dia cita-cita kan sampe sekarang belum terwujud.
Gie hidup di masa Soekarno dan awal Soeharto, itu udah sekian puluh taun dari sekrang. Presiden udah berulang kali ganti, tapi kenapa masih tetap sama masalahnya. Korupsi, kesenjangan sosial dll...dsb..dst...d..d..d...!! kenapa? kenapa? kenapa...kau tak lagi mencintaiku....!!(alah.....). Pertanyaan kenapa bakal gua jawab nanti (entah kapan) sekarang gau mau belajar nge-hack dulu!.


By: sibequni -*-

SAJAK HARI DEMI HARI

hari demi hari tanggal, gelisahku
kisah demi kisah tunggal, gelisahku
dosa demi dosa mengental, Tuhanku
tak cukup aku hanya dengan rasa malu
(di dalam kamar sekap diri)
tapi beri aku keberanian
merenggut topeng busana
telanjang memborok di sekujur badan
di hadapan hadirin sahabatku-sahabatku tercinta

Wiji Thukul

Kita generasi baru ditugaskan untuk memberantas generasi tua yang mengacau. Kita yang akan menjadi hakim atas mereka yang dituduh koruptor-koruptor tua. Kitalah Generasi yang akan memakmurkan Indonesia.
GANJA ADALAH PENGOBATAN UNTUK SUATU BANGSA. KAPITALISME DAN KOMUNISME SUDAH BERAKHIR. SAATNYA UNTUK RASTAFARISME